Wednesday, March 13, 2013
Menjaga hati dan perkataan
sepasang kekasih hidup di kaki gunung yang sunyi..mereka memilih untuk hidup menyepi disana karena keadaan ekonomi dan situasi keluarga yang rumit. pada awal-awal kehidupan mereka berjalan cukup bersahaja dan bahagia, rukun dan penuh kasih sayang. setiap pagi sang pria pergi ke danau untuk memancing, ataupun berburu rusa di dalam hutan. selain untuk santapan mereka sndiri terkadang hasil nya d jual ke lereng bukit di pedesaan tak jauh dari tempat tinggal mereka. sedangkan si wanita selain menyiapkan hidangan dan berbenah di rumah.
namun.. seiring waktu berlalu si wanita merasakan keinginan nya untuk kembali ke kota, walaupun hanya ntk bbrapa saat saja, sang pria dengan sabar memberi pengertian untuk saat2 ini mereka masih blum saat nya kembali ke kota. Namun hal itu ternyata menimbulkan gejolak di batin si wanita dan perlahan namun pasti sejak saat itu pertengkaran2 kecil selalu terjadi.
dalam setiap pertengkaran si wanita dengan mudah mengeluarkan kata2 yg kasar dan menyakitkan...bingung dan tak habis pikir si pria ingin menyadarkan si wanita bahwa tak pantas perkataan2 spt itu ia keluarkan..
suatu hari sang pria berkata " baiklah..aku akan secepat nya membawa kita kembali ke kota..namun sebelum saat nya tiba..ketika km marah ataupun emosi aku minta tolong km pun jangan lupa menancapkan sebuah paku di pintu belakang rumah kita.."
si wanita dengan penuh tanda tanya maksud dari kekasih nya itu..namun emosi nya menutupi nurani nya itu malah membuat si wanita meng iyakan permintaan sang pria...
setelah beberapa lama, semakin hari paku2 di pintu itu semakin banyak...dan pada saat itu pun tiba waktu nya untuk mereka berangkat...tak pikir panjang si wanita pun bersiap2...namun sebelum pergi..si wanita akhir nya pun bertanya...maksud dari paku2 itu tadi..
sang pria dengan senyum " coba kamu cabut lagi smua paku2 itu.."
dengan penuh kesal si wanita mencabuti nya "trus..apa..?"
sang pria menjawabdengan senyum bijak....
"hmmm...lihat lah lubang2 ini...ini adalah emosi kamu dgn perkataan2 kamu...Ketika kamu melontarkan sesuatu dalam kemarahan, kata-katamu itu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain. Kamu dapat dapat menusukkan pisau kepada seseorang, lalu mencabut pisau itu. Tetapi, tidak peduli berapa kali kamu akan meminta maaf, luka itu akan tetap ada. Dan, luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik"
sang wanita terduduk dgn mata nanar tak kuasa menahan tangis...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment